Financial Plan
Kategori: Umum

ARB

Ringkasan
Cari arti kata ARB itu apa? Klik disini dan temukan semua informasi lengkapnya di Kamus Finplan! Mulai dari definisi, contoh, hingga jenisnya.
Penjelasan Lengkap

Batas Persen ARB

Ketentuan batas ARB mulanya adalah sebesar 20 persen hingga 35 persen. Namun, pandemi membuat koreksi harga saham besar-besaran dan Bursa Efek Indonesia mengubah ketentuan ARB menjadi 10 persen sebelum akhirnya menjadi 7 persen.

Manfaat ARB

Berikut penjelasan manfaat ARB saham baik bagi investor maupun perusahaan:

1.Bagi investor

Manfaat umum adanya ARB saham adalah memberikan peluang, baik bagi investor maupun trader untuk memperoleh keuntungan lebih. Bagi seseorang dengan kemampuan analisa dan strategi matang, adanya ARB memberikan jaminan bahwa harga saham akan berada pada tarif normal dalam periode yang telah ditentukan. Hal ini tentu menjadi manfaat tersendiri supaya harga saham menjadi lebih terkontrol.

2.Bagi perusahaan

Selain bagi investor dan trader, adanya sistem ARB adalah sebuah jaminan tersendiri. Pasalnya, ketentuan auto rejection ini akan melindungi nilai saham sebuah emiten sehingga tidak anjlok pada nilai paling rendah. Jika harga saham tidak memiliki batasan, terutama dalam konteks ini adalah batasan bawah, maka resiko kerugian akan lebih tinggi bagi sebuah perusahaan.

Tips sebelum membeli saham kategori ARB

Tips yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli saham dengan status ARA adalah:

  1. Mengamati harga tawar
    Tips pertama sebelum memilih saham ARB adalah melakukan analisis harga tawar dengan harga wajar. Tidak bisa dipungkiri bahwa harga adalah hal pertama yang menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, pastikan untuk mengetahui harga wajar dari suatu emiten sebelum membeli saham ARB.
  2. Mengetahui 'Market cap' dari saham yang diminati
    Selanjutnya, indikator kedua sebelum membeli saham ARB adalah memeriksa Market cap emiten yang diminati. Market cap merujuk pada besaran dana untuk membeli keseluruhan saham dari perusahaan tersebut. Semakin besar market cap perusahaan, maka nilai fundamentalnya semakin baik.
  3. Analisis prospek perusahaan di masa mendatang
    Melakukan pengecekan dan analisis prospek emiten yang diminati di masa mendatang juga menjadi poin penting. Hal ini bermanfaat untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut akan masih mampu mempertahankan eksistensinya di masa depan. Hindari membeli saham hanya karena harganya yang melambung tinggi tanpa mempertimbangkan prospek dan tujuan investasi.
  4. Analisis fluktuasi saham ARB secara rutin
    Pada umumnya, saham dengan status ARB adalah saham yang diminati investor atau trader berpengalaman. Melalui sistem ini, mereka bisa lebih mempertimbangkan pergerakan harga dari sebuah saham. Meski demikian, mengeceknya secara berkala tetap penting untuk menghindari resiko kerugian besar.
  5. Analisis kemampuan emiten dalam menghasilkan laba
    Hal terakhir yang bisa dilakukan sebelum membeli saham ARB adalah memastikan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya untuk menghasilkan keuntungan. Jika, sebuah perusahaan memperoleh keuntungan secara signifikan, maka para pemegang saham juga akan mendapatkan dividen. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset ini sebelum membeli saham sebuah emiten.

Definisi menurut OCBC NISP

ARB adalah kondisi yang menggambarkan harga suatu saham saat mengalami penurunan secara bertahap dan signifikan dalam periode waktu tertentu. Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah menetapkan batasan untuk ARB saham. Suatu saham yang terus mengalami penurunan, maka akan dikategorikan sebagai ARB.

Butuh penjelasan istilah lainnya?

    Apa itu ARB? Definisi & Penjelasan Lengkap | Kamus Finplan | Financial Plan